Penaindonews.com, Serang – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Irjen Pol. Hengki menghadiri kegiatan Verifikasi Usulan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti Polda Banten oleh Tim Sekretariat Militer Presiden Republik Indonesia (Setmilpres RI) dan Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Gawe Kuta Baluwarti Polda Banten pada Senin (18/05).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, Kepala Bagian Verifikasi dan Administrasi Setmilpres RI Kombes Pol. Yukhti Inarni, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Banten, para Kapolres/Kapolresta jajaran, Plh. Kasubbagsosrumdik Bagyanhak Rowatpers SSDM Polri Kompol Lesmana Pramuditya Primajati, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten.
Dalam paparan komprehensifnya, Kapolda Banten menyampaikan bahwa usulan penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti ini didasarkan pada keberhasilan Polda Banten dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Maung 2026, serta komitmen sosial kemasyarakatan melalui program inovasi unggulan Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan Polisi Peduli Pendidikan (Poldik).
Irjen Pol. Hengki menjelaskan bahwa Provinsi Banten memegang posisi geopolitik yang sangat strategis sebagai pintu gerbang mobilitas nasional penghubung Pulau Jawa dan Sumatra. Dengan jumlah penduduk yang melampaui 9 juta jiwa, dinamika kerawanan wilayah di daerah hukum Polda Banten menjadi sangat kompleks.
“Usulan ini didasarkan atas keberhasilan Polda Banten dalam melaksanakan pengamanan Operasi Ketupat Maung 2026 secara terpadu, serta inovasi program Poliran dan Poldik yang memberikan dampak nyata bagi stabilitas kamtibmas dan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Banten dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” ujar Hengki.
Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa pengelolaan arus mudik dan balik Idulfitri di wilayah Banten bukan sekadar mengamankan wilayah lokal, melainkan urat nadi dari stabilitas pergerakan logistik dan manusia di tingkat nasional. Oleh sebab itu, pendekatan yang digunakan harus adaptif dan modern.
“Melihat kondisi tersebut, Polda Banten melaksanakan Operasi Ketupat Maung 2026 secara terpadu, modern, dan humanis. Tujuan utamanya bukan hanya menjaga kelancaran arus lalu lintas, tetapi memastikan masyarakat dapat merasakan perjalanan yang aman, nyaman, tertib, dan lancar,” jelasnya.
Tidak hanya berfokus pada pengamanan jalan raya, Kapolda juga menyoroti keberhasilan program Poliran sebagai solusi konkret Polri dalam menekan angka pengangguran yang berpotensi memicu tindak kriminalitas. Melalui pembekalan keterampilan formal dan pemberdayaan berbasis komunitas, program ini terbukti sukses membuka lapangan kerja baru.
“Melalui Program Poliran, Polda Banten hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai problem solver di tengah masyarakat. Kami meyakini sepenuhnya bahwa aspek keamanan tidak dapat dipisahkan dari tingkat kesejahteraan masyarakat,” ungkap Hengki.
Sementara di sektor pembangunan karakter, melalui program Poldik, personel kepolisian aktif turun ke sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan nilai-nilai disiplin, nasionalisme, dan kesadaran hukum demi mencegah terjadinya kenakalan remaja.
“Kami meyakini bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya melalui tindakan represif penegakan hukum, melainkan harus menyentuh akar pembentukan karakter generasi muda. Karena pemuda hari ini adalah penentu stabilitas keamanan dan masa depan bangsa,” tambahnya.
Secara kuantitatif, performa Polda Banten sepanjang tahun ini menunjukkan grafik yang sangat impresif. Pada Operasi Ketupat Maung 2026, tercatat sebanyak 250 ribu unit kendaraan dan 1,1 juta penumpang melintas di jalur penyeberangan Jawa–Sumatra dalam situasi kondusif. Angka fatalitas kecelakaan lalu lintas pun berhasil ditekan secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Di sisi lain, program Poliran tercatat telah memberikan pelatihan mandiri kepada 567 peserta, di mana 20 orang di antaranya langsung diserap sektor industri formal dan 11 orang sukses mendirikan usaha mandiri (UMKM).
Sementara itu, intervensi program Poldik terbukti memangkas angka kenakalan remaja di wilayah hukum Banten sebesar 66,7 persen atau berkurang sebanyak 12 kasus.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Verifikasi dan Administrasi Setmilpres RI Kombes Pol. Yukhti Inarni menegaskan bahwa rangkaian kunjungan lapangan ini ditujukan untuk memvalidasi seluruh data keberhasilan yang dilaporkan oleh Polda Banten secara objektif.
“Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses verifikasi usulan tanda kehormatan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Kami menilai kesatuan yang memiliki dedikasi, kontribusi nyata, serta capaian kinerja yang memberikan manfaat masif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Kombes Pol. Yukhti.
Ia menguraikan bahwa Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi dan paling prestisius yang diberikan Presiden Republik Indonesia khusus kepada kesatuan di lingkungan Polri yang dinilai berjasa luar biasa bagi kepentingan negara.
“Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti memiliki nilai sakral tersendiri, dan tidak semua kesatuan bisa mendapatkan kesempatan berharga ini. Apabila kelak dianugerahkan oleh Presiden, kami berharap penghargaan ini menjadi pemantik motivasi untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian tanpa batas dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.
Menutup rangkaian verifikasi, Kapolda Banten berharap seluruh kerja keras, dedikasi, dan terobosan kreatif yang lahir dari jajarannya mampu menyumbang akselerasi pembangunan nasional demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045. “Besar harapan kami, upaya ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tutup Kapolda Banten.










