Hak Jawab Pengelola Usaha di Panongan: Desakan Ekonomi di Balik Kontroversi Praktik Salon Citra Raya

Penaindonews.com, Kab. Tangerang – Menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan praktik prostitusi berkedok salon di kawasan Citra Raya, Panongan, perwakilan pengelola usaha dan pekerja memberikan klarifikasi terkait kondisi riil yang dihadapi di lapangan. Senin – 26/01/26.

Pihak salon menyatakan bahwa narasi yang berkembang selama ini seringkali menyudutkan tanpa melihat akar permasalahan ekonomi yang memaksa para pekerja berada di sektor tersebut.

Praktik ini muncul bukan sebagai pilihan utama kami, melainkan jalan terakhir untuk kami bertahan hidup. Sebagian besar pekerja adalah kepala keluarga yang harus menafkahi anak-anak dan memenuhi kebutuhan dasar di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Ujar Cici pengelola

Terkait aspek moral dan religius, pihak pekerja menyadari sepenuhnya posisi mereka. “Jika Kami kerja ini salah, biarlah urusan dosa menjadi tanggung jawab kami pribadi kami dengan Tuhan. Kami hanya ingin menyambung hidup,” ujar salah satu pekerja.

“Penutupan usaha kami tanpa adanya solusi konkret atau tanpa penyediaan lapangan kerja untuk kami dengan upah layak hanya akan menambah kesengsaraan bagi kami, kalau tidak bantu kami dengan Carikan solusi nya, jangan hanya akan menambah angka kemiskinan dan pengangguran”. Ujar nya

Pemberitaan itu tidak benar tempat ini bukan tempat prostitusi, ini mah salon biasa kalo tempat yang  dibawah hanya  buat potong rambut, rebonding rambut, rebonding coloring, smoting rambut, masker rambut, semir rambut, creambath, keriting, facial wajah, rapih alis, lulur body spa, makeup/alis wajah, rias pengantin, intinya tempat ini hanya salon dan spa dan  kami juga sudah buat himbauan dan ditempel di pintu masuk ” Dilarang berbuat asusila  ditempat ini” kalo ada karyawan kami ketahuan berbuat asusila kami pastikan besok tidak lagi bekerja disini, dan salon tempat usaha kami tidak ada yang backup,” Ungkap Cici.


“Kami mengajak pihak-pihak yang mengkritik atau berencana melakukan penutupan untuk memberikan solusi nyata, bukan sekadar pelarangan. Jika ada pihak yang mendesak penutupan, kami menantang adanya jaminan pekerjaan pengganti dengan penghasilan yang memadai agar kami bisa meninggalkan sektor ini secara layak. Tutup Cici.

Pemberitaan ini diharapkan dapat memberikan perspektif berimbang bahwa di balik isu sosial yang ada, terdapat jeritan ekonomi yang selama ini tidak terdengar atau sengaja diabaikan, sebaliknya kalau mau d bersihkan sapu semua hingga sirna dari muka bumi Pertiwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *