Proyek U-Ditch di Perumahan Puri Anggrek Kelurahan Kalodran Kota Serang Diduga Di Soal Warga Dan Tak Ada PIP

Penaindonews.com. Kota serang, –  Proyek U-Ditch guna normalisasi Saluran air limbah di perumahan puri anggrek RT.13 RW 04. Kelurahan Kalodran Kecamatan Walantaka, Kota Serang, menuai kritik dan di soal warga, hal tersebut diduga dalam pengerjaannya terkesan asal-asalan, Di sinyalir dari pantauan awak media penaindonews.com, pemasangan U- Ditch tanpa alas dasar atau tanpa hamparan pasir.

Untuk di ketahui proyek normalisasi saluran air ini Sudah berjalan hampir tiga hari namun tidak terlihat papan proyek (PIP), tentu hal ini diduga suatu kelalaian,  saat awak media mencari informasi pada para pekerja, tidak satupun pekerjaan mau menjelaskan, bahkan terkesan sengaja ditutupi terkait PIP maupun siapa yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut.

Setelah berulang kali bertanya terkait siapa pelaksana teknis maupun mandor, akhirnya ada yang menjawab bahwa dirinya sebagai perwakilan mandor namun status nya sama saja dengan para pekerja, sehingga tidak bisa menjelaskan terkait proyek tersebut, dirinya hanya mengatakan saya sebagai perwakilan saja karena saat ini mandor lagi tidak ada di lokasi.

Pemasangan U-Ditch yang terkesan asal dan di duga lantai dasar tidak menggunakan pasir urug, menunjukkan bahwa proyek ini kurangnya pengawasan dari pihak terkait baik pelaksana maupun konsultan pengawas, tentu hal ini harus menjadi perhatian khusus pihak dinas , karena pihak ketiga merupakan perpanjangan pihak dinas, dan anggaran yang digunakan adalah anggaran negara yang bersumber dari pajak masyarakat.

Warga sekitar juga mempersoalkan terkait pembangunan U-Ditch tersebut, pasalnya puing atau tanah hasil galian di biar saja disisi jalan sehingga menggangu lalu lintas warga baik kendaraan roda dua apalagi roda 4, bahkan dari tumpukan tanah tersebut mengakibatkan timbulnya debu, hal ini seharusnya pihak pelaksana memikirkan tempat pembuangan puing atau tanah galian tersebut, sebelum memulai pekerjaan.

Salah satu warga menilai, bahwa pekerjaan proyek pemasangan U-Ditch ini, terkesan asal karena banyak renggang , tidak menggunakan pasir urug bahkan saat pemasangan lokasi tergenang air, sehingga dirinya meragukan terkait kwalitas dari pembangunan tersebut. ” ucapnya kepada awak media penaindonews.com yang memonitor pekerjaan tersebut dan dari pantauan media kejadian tersebut memang benar adanya.

Lebih lanjut, pantauan di lokasi bahwa para pekerja juga tidak menggunakan alat pelindung diri, atau tidak mengindahkan K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja) , seperti Sepatu Septi, sarung tangan dan helm proyek, saat di tanyakan kepada para pekerja, berdalih tidak di berikan oleh pihak pelaksana, walaupun pekerjaan tersebut sudah nyata beresiko terhadap kecelakaan kerja.

Menurut keterangan, yang mengaku dirinya perwakilan mandor, mengatakan bahwa untuk hal informasi terkait pekerjaan dan yang lainnya, silahkan saja bertanya kepada H. Muhidin, saat awak media mencoba menghubungi dengan tujuan memberikan informasi dan konfirmasi, sampai berita ini di turunkan, H. Muhidin tidak memberikan respon.

Dari hal tersebut, di harapkan kepada pihak dinas terkait, agar bisa segera merespon dan mengkroscek kembali hasil dari pekerjaan proyek U-Ditch tersebut, jangan sampai hal ini akan berimbas negatif pada keuangan negara dan kredibilitas kinerja dinas, walaupun pekerjaan ini sedang di kerjakan namun harus juga memperhatikan progres kerapihan hasil kerja dan Kenyamanan warga sekitar.

(Asep&Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *