Penaindonews.com, Kota serang,- Pelanggan yang biasa menggunakan jasa planet ban untuk mengganti ban dan ganti oli mesin, merasa sangat kecewa hal ini diduga akibat pelayanan yang di berikan oleh petugas planet ban yang berada di jalan Ciruas – petir desa Kiara kecamatan Walantaka kota serang, diduga ceroboh dan asal-asalan dalam berkerja.
Dari informasi yang dapat di akomodir oleh awak media penaindonews.com, Rabu 22/09/2026, dari narasumber Budi selaku pelanggan planet ban saat ganti ban dan ganti oli mesin, mengatakan sangat kecewa atas perilaku dan pelayanan yang dilakukan oleh oknum petugas planet ban tersebut terhadap diri nya, pasalnya diri nya saat mengganti oli mesin di tempat tersebut sempat menunggu lama dan ternyata selang karet untuk menyedot oli mesin tertinggal di dalam mesin oleh petugas planet ban.
” kurang lebih dua bulan yang lalu, Tanggal 17/07/2026, saya
mengganti oli mesin di planet ban yang berada di kelurahan Kiara kecamatan walantaka tepatnya di jalan Ciruas – petir , saya merasa curiga karena dalam antrian saya pertama tapi sudah 3 motor yang selesai motor saya belum beres juga, saat saya tanya sama petugasnya, dia bilang maaf mas selang oli ketinggalan di dalem mesin, ini lagi di upayakan untuk mengeluarkan nya, motor nya di tinggal aja dulu nanti besok setelah selesai kami hubungi, kata petugas (Arf) tersebut kepada saya. ” Ungkap Budi.
Selanjutnya, masih Budi, ” petugas planet ban besok nya menghubungi saya dan memberikan informasi bahwa motor sudah beres dan selang tersebut sudah di ambil, Tampa curiga akhirnya motor saya ambil, setelah seminggu kemudian motor mulai menunjukkan kendala, hilang tenaga, sering mogok dan susah di nyalakan, setelah saya hubungi tempat service langganan saya menganjurkan mengganti Aki motor, Namun setelah aki motor di ganti motor tidak ada perubahan hingga tanggal 13/09/2026 motor mati total, bahkan sempat akan terjadi kecelakaan, karena ketika saya akan mendahului kendaraan lain, motor hilang tenaga dan mati mesin, dan saya bersama keluarga hampir tertabrak mobil. ” Tutur Budi.
Lanjut Budi, ” akhirnya motor saya bawa ketempat servis karena sudah mati total , setelah di bongkar mesin, ternyata Selang Untuk menyedot oli milik Planet Ban tersebut, yang katanya sudah di ambil ternyata masih ada di dalam mesin, sehingga mengakibatkan kerusakan parah pada mesin, diantaranya Stasioner patah, stang seher bengkok, mesin rusak parah, dinamo stater rusak dan lainnya, jadi motor saya rusak parah dan harus turun mesin, dengan biaya service dan pembelian alat-alat 2,5 juta rupiah, dan datanya ada. ” Imbuh Budi.
Tindakan selanjutnya yang di lakukan Budi, ” saya langsung ke planet ban tempat saya ganti oli mesin tersebut dengan membawa alat bukti selang karet tersebut, setelah saya tunjukkan kepada petugas kordinator Planet Ban berinisial (SYT), dengan harapan agar adanya tanggung jawab dan itikad baik atas kelalaian tersebut, petugas (SYT) tersebut mengatakan mohon maaf pak ini kesalahan mekanik kami nanti kami tanggung jawab dan menghubungi (ARF) karena dia yang bertugas saat itu, dan bapak bisa pulang terlebih dahulu nanti kami informasikan, mendengar informasi tersebut, akhirnya saya pulang, setelah menunggu 3 hari tidak ada tindakan dari pihak planet ban hingga saat ini, beberapa kali di hubungi ARF hanya memberikan informasi,” ya pak saya mau lihat motor bapak dulu di service dimana,” namun ARF tidak ke bengkel tempat service, dan terakhir Saat di hubungi mengatakan, ” tunggu pak saya izin kepada atasan saya dahulu, ” sedangkan SYT selaku koordinator hanya mengatakan nanti saya hubungi ARF nya lagi belum aktif dan kerjanya juga sekarang gak di sini lagi. ” Ucap Budi kepada media penaindonews.com.

Harapan Budi, ” saya berharap planet ban ini tanggung jawab, jangan seolah-olah lepas tanggung jawab, ini selain kerugian materi saya juga hampir kecelakaan dan karena motor rusak saya bekerja harus menggunakan angkutan umum sehingga menambah biaya pengeluaran, ini kelalaian yang di sengaja yang di lakukan oleh oknum petugas di planet ban tersebut, hal ini sangat di sesalkan yang seharusnya petugas tersebut berperilaku propesional, bukan asal-asalan dalam berkerja, jika hal ini tidak segera ada tanggapan dan tanggung jawab dari pihak planet ban tersebut, kami akan melaporkan hal ini kepada pihak penegak hukum, agar menjadi epek jera bagi pelaku, karena selain lalai dan ceroboh juga menipu pelanggan. ” Tutup Budi.
Dari kejadian ini, Budi hingga sampai tanggal berita di terbitkan mengalami kerugian di perkirakan 3 juta rupiah, dan hingga sampai saat ini tidak ada tindakan dan itikad baik dari pihak planet ban, walau sudah di berikan informasi dan keluhan.
Saat di konfirmasi awak media, SYT, mengatakan bahwa dirinya tanggung jawab dan hanya berdalih akan menghubungi dulu ARF selaku petugas saat itu, agar bisa bertanggung jawab, karena menurut SYT bukan hanya dirinya yang bertanggung jawab tapi juga ARF, namun hingga berita ini di rilis, tidak ada tindakan nyata dari pihak planet ban tersebut untuk inisiatif mengganti kerugian Budi, bahkan terkesan ingin lepas tanggung jawab dan tidak cooferatif, walau sudah dua kali di hubungi pihak media penaindonews.com, agar dapat menyelesaikan permasalah tersebut, untuk di ketahui bahwa media penaindonews.com akan terus mengawal kejadian ini hingga tercapai penyelesaian masalah.













