
Penaindonews.com – Serang. Pembangunan Jembatan Kidongdong yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, mengalami insiden saat proses pemasangan kerangka jembatan, Jumat sore sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu 09/08/2026.
Kerangka jembatan yang sedang dalam proses pemasangan tersebut dilaporkan tergelincir. Diduga, tiang penyangga sementara tidak kuat menahan beban kerangka jembatan. Akibat kejadian itu, sejumlah pekerja yang berada di atas kerangka mengalami luka-luka.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Para pekerja yang mengalami luka langsung mendapatkan pertolongan dan kemudian dibawa ke Puskesmas Carenang untuk mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan warga sekitar, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat sore ketika para pekerja tengah melakukan pemasangan kerangka jembatan.
“Kejadiannya sekitar jam 16.30 WIB. Ada beberapa pekerja yang terluka dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar warga sekitar.
Sementara itu, saat dikonfirmasi awak media terkait penyebab kejadian, pengawas proyek memberikan penjelasan bahwa insiden tersebut diduga terjadi akibat kondisi tanah yang bergerak.
“Kejadian ini karena unsur tanahnya yang bergerak, Pak, sehingga terjadi insiden ini. Untuk pekerja yang terluka kita sudah bawa ke Puskesmas Carenang, sekarang sudah membaik, Pak,” kata pengawas proyek.
Jembatan tersebut sebelumnya juga sempat mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Banten. Gubernur Banten Andra Soni belum lama ini diketahui meninjau pembangunan jembatan tersebut.
Pembangunan jembatan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten dengan nama paket pekerjaan: Pembangunan Jembatan Desa Mekarsari Kecamatan Carenang Kabupaten Serang.

Berdasarkan data pekerjaan yang diperoleh, penyedia jasa pembangunan jembatan tersebut adalah CV KOPI PAIT, dengan Nomor Kontrak 600.1.10/069/SPK/PJBT-DMKC/BBM/DPUPR/2026.
Nilai paket pekerjaan tercatat sebesar Rp10.884.861.000,00 (sepuluh miliar delapan ratus delapan puluh empat juta delapan ratus enam puluh satu ribu rupiah), dengan tanggal kontrak 29 April 2026 dan waktu pelaksanaan selama 180 hari kerja.
Insiden tergelincirnya kerangka jembatan tersebut kini menjadi perhatian, terutama terkait aspek keselamatan kerja dan teknis pemasangan konstruksi. Diharapkan pihak pelaksana proyek melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi penyangga sementara, kondisi tanah, serta metode pemasangan kerangka sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Masyarakat juga berharap pembangunan Jembatan Kidongdong dapat diselesaikan sesuai spesifikasi teknis dan standar keselamatan kerja, sehingga jembatan yang nantinya digunakan masyarakat benar-benar aman dan berkualitas.
//Mugiri












