Kadis Dindik kota serang dan Camat Walantaka Muslim Sholeh Monitor Ruang Kelas SDN Citerep

Penaindonews.com, Kota serang, – Hujan kembali turun dengan intensitas sedang pada Jum’at (19/01/2024), membuat satu ruang kelas dan gedung perpustakaan tergenang air, tidak hanya di ruangan nampak di halaman sekolah juga tergenang air, sehingga Kadis Dindik kota serang TB. M suherman, dan camat Walantaka Muslim Sholeh, Turun langsung melaksanakan pantauan di SDN Citerep kelurahan Kiara , kecamatan Walantaka, kota serang.

Untuk menanggulangi kejadian tersebut, Kadis Dindik, camat Walantaka, kepala sekolah SDN Citerep Madnur dan dewan guru bersama kepala kelurahan Kiara jado di bantu ketua RT dan warga, bersama Petugas dari Dinas perkim dan dinas LH berupaya mengeringkan air dengan bantuan pompa air serta bergotong royong bersama warga membersihkan saluran pembuangan air serta menjebol material yang menghalangi aliran air, sehingga air dapat surut dan ruangan kembali kering.


Dikatakan, oleh Camat Walantaka Muslim Sholeh, Berdasarkan pantauan nya, kejadian air masuk hingga keruangan karena luapan air hujan yang tidak bisa di tampung dan di alirkan secara maksimal pada saluran pembuangan air (Drainase), hal tersebut karena adanya pendangkalan pada saluran pembuangan air akibat lumpur dan akar pohon, serta material penghalang aliran air, sehingga air tidak mengalir secara maksimal, mengakibatkan air merembes melalui selah pondasi dan masuk kedalam ruangan. ungkap Muslim Soleh.

Masih Muslim Soleh, Melihat hal ini, dirinya bersama Kadis Dindik kota serang , kepala sekolah dan dewan guru di bantu oleh kepala kelurahan Kiara dan RT serta warga bersama petugas dari dinas Perkim dan LH kota serang, melakukan upaya pengeringan air dengan bantuan pompa air, selanjutnya bersama bergotong royong membersihkan saluran pembuangan air dari sampah-sampah dan material yang menghalangi, sampai air kembali kering. ” imbuh muslim Sholeh.

Di sampaikan, oleh Kadis Dindik kota serang, bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, guna penanganan kejadian tersebut, karena saluran air tersebut kewenangan pihak Provinsi Banten untuk perbaikan atau pembangunan nya, namun saat ini tindakan utama untuk pengeringan air terlebih dahulu bergotong royong bersama warga untuk membersihkan area saluran pembuangan air dari sampah dan material penghambat.” ungkap TB. M suherman.

Pantauan media, di lokasi, dugaan sementara air masuk keruangan melalui celah pondasi yang menerobos hingga kelantai, mengingat pada saluran drainase terlihat sudah mendangkal, banyak akar pohon yang menghalangi air mengalir dan material penghalang, jelas lokasi ini sangat membutuhkan tindakan pengerukan atau normalisasi dari pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *